Powered By Blogger

Rabu, 22 Agustus 2012

Chapter 2 LAMBAIAN SANG BIDADARI


Menuju parkiran, mencari-cari letak motor (tidak menggunakan google search engine*hebat*). Setelah menemukannya , menghampirinya, lebih dekat , semakin dekat, dan muka menghadap ke spion dan berkata ...malam ini kamu sibuk nga? Aku mau ajak kamu makan(emang pdkate). Memasukan kunci motor (diiringi lagu Heavyrotation by AKB48) one two one two three four. Menyetat motor dan . . .
*TROT BRUMMMM BRUMMMM*, suara motor.
                “tumben ga cerewet ni benda … hahai “. Mengenakan helm,
*TRORTTT TROERRTT *. Kembali mogok.
                “ aaggghhhhhhhhh …. Memang lah kau ni motor, kalo ada duit bah sudah ku jual kau ni ganti baru”
Kembali berusaha menghidupkan motor.
 *TROTT BRRUUUM MMMM BRRUUUUM MMM*. Hidup kembali setelah 11,3 menit kemudian.
                “ kalo gini terus hancur reputasi ku sebagai moto racer berinisial D “.
 Keluar dari parkiran dan menuju ke jalanan yang penuh tantangan yang kehidupan di pertaruhkan (kota jakarta).

Tak berapa jauh kira kira 150 langkah kaki gajah, di tepi jalan tiba-tiba dari kejauhan ada seorang cewek yang melambai tangannya (ya iyalah emang kaki), dan menatapku seolah-olah dia berkata ‘wahai pujangga, kau pertemukan aku dan dirimu dalam jalanan cinta’.
“ ih bukanya itu cewe yang tes sama sama gue tadi, yang buat gue nga konsen ngerjain tu soal ??? ngapain dia ngelambai-lambai gue??” . Dengan penuh pertanyaan dan tanda tanya akhirnya ku putuskan untuk berhenti didepannya memenuhi permintaan lambaiannya.
“ Hai, ada apa ya ? “. Ku memulai dengan pertanyaan( biasa basa basi).
“ ?? Hai juga, e…. jalan ke Sudirman ya ” . Tanpa panjang lebar cewek itupun langsung duduk di belakang ku tentunya di atas motor.
“ jangan laju-laju ya “. Dengan suaranya yang lembut dan merdu , apalagi ni cewek sempat buat terpesona. Apa nak dikata. Menjalankan perintah tanpa banyak tanya, komen, cakap apalah namanya langsung menyetat motornya. Dan ……
“BRUUUMMM BRUMMMM”. 
‘??? Wis , tumben ga cerewet ni motor, pandai juga dia kalo gue lagi gonceng cewek cakep’ ,
tangan menggemgam stir,  langsung gas tu motor. Melaju dengan santai. Lalalalala……
‘mimpi apa gue semalam , bidadari cantik udah buat gue terpesona, nga ada angin nga ada hujan tiba-tiba minta antar gue …. Aduhh… rasa berhenti ni jantung . Aduh ….. mau ngomong apa ni, … ga bisa ngomong kayaknya  , mulut pun terkunci gara-gara dia, dia dia dia (efek gema) …..memang sakti banget ni kecantikan cewek’
Di perjalanan tak banyak yang di katakan , palingan nanya jalan rumahnya. Itu karna gugup dan senang setengah mati.
 “rumahnya ,yang mana ??”
“ itu, yang atap hijau . . .”
“oh … yang ada dindingnya eh… maksudnya yang dindingnya biru itu ya” mulut langsung nguncup.
“iya , .. pas”.” disini aja berhentinya”. Motor pun menepi dan berhenti perlahan-lahan tapi pasti.
Cewek itu pun turun , tak dapat sepatah kata pun keluar dari mulut ku, hanya tersenyum menatapnya. Cewe itu pun balas tersenyum( nga mau kalah), memandang pada ku dan berkata . . .
“ brapa bang??”
“ ea??brapa??ooo hh…  Maaf , saya bukan ojek “ . wah sial , senang bercampur dengan kesal menjadi nano-nano dihati, rasanya terhina dibilang gitu, tapi sialnya cewek yang gue kagumi yang bilang gitu… mau nangis jadinya.
“ tu…..”. cewe itu pun menunjuk kearah helm ku.
Dengan segera melepas helmnya , penasaran dengan alasan itu.
‘buset dah …. Gue baru sadar , gue salah pake helm( dengan seloktip  kuning mengelilingi helm dengan indahnya membentuk motif *lebay*,*alay*,*cincai*), helm bang Udin si tukang ojek gue pake!!!!!! .. .. . . pantesan aja cewe ni tiba-tiba ngelambai gue, rupanya dia kira gue ojek‘. Perasaan didalam hati semakin ruwet ughhhh. Sial, untung ga ada tulisan Taxi di belakang.
Tanpa pikir panjang…..
“hmmm… ini?? Oh , saya memang suka ngelis helm … ya , kebetulan seloktip yang ada warnanya kuning… jadi ya … begini, ta ku sangka bisa dikira ojek ,… hahahahahaha ohokk ohokk (over)”. Dengan PDnya berkata seperti itu. Padahal udah malu maluin.
“ oh .. jadi bukan ojek ya … hmmm bener ni nga mau uangnya??? Nih…” .menyodorkan uang seribu rupiah.
‘ya ilah ni cewek, cakep cakep bego juga, ojek kok seribu. Beli permen aja nga cukup. Bayar parkir aja nga ada kembaliannya’,
“ ah .. nga usah ga usah, anggap saja aku mengantar mu pulang “.
“ ehmm mak kasih banyak kalo gitu, kamu baik deh”. Dengan senyumnya membuat ku tak berkutik seperti patung pancuran (kata-kata dan senyumannya mengandung mistery).
. . .
Beberapa detik senyap.
“ … e… aku masuk dulu ya , da…”.Sambil berlari menuju pintu rumah( dengan efek slow motions dan angin yang berhembus membuat rambut panjangnya berterbangan kemana mana).
Dan ku pun tersenyum memandang terus ke arahnya. Setelah cewek itu masuk, barulah dia menyetat motornya. And ……..
*TROTTT TOTOOTTTTT TPAK TPAKK*. Suara motor. 
“Elah ni motor ….. benar benar nyusahin aja kerjanya “.” Untung lu lancer pas di depan cewe tadi, kalo nga-benar benar gue gadai lu”.
Catatan : karena tidak ingin membuat pembaca penasaran dengan suara motor terdebut maka penulis menyediakan mp3 suara motor macet trot tot tot dalam cerita ini bisa di download kemana-mana.
 Setelah beberapa lama kemudian barulah motornya kembali menyala. Dengan usaha yang tak sebanding akar kuadrad bilangan prima(mampus lu ngartikannya) , sebanding karena belum makan makanan untuk menghidupkan motor itu.
“dah yoo jalan . . . . . “ . menarik gas dan melaju ke jalanan.
Angin sepoi sepoi ditambah teriknya matahari di tengah jalan menemani ku.
‘ oh iya sapa nama tu cewe ya…. ??? aduh …..bego banget si , nama adja ko lupa nanya nya, nyesal jadinya. … alalalalala , apa gue musti balik ya nanyainnya? Ah ga mungkin gue b’rani… di depan nya aja gue ga bisa ngomong apa-apa … uh mana lapar lagi blom sarapan pagi ni ….lapar bercampur menyesal memang sulit untuk di katakan ... elah …. Aghhhhh bisa menyesal seumur hidup ni gue  .…gue harus balik ni, kapan lagi gue kayak gini, ni demi cinta(*lebay*alay*capcai*) …. Oke gue bulat (maksudnya keputusannya )‘ .
Berbalik arah  melaju di jalanan melewati banyak warung makan,( cacing di perutnya udah ga nahan sebenarnya) tanpa melupakan soal cewek yang baru ditemuinya( jatuh cinta dia kayaknya).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar