Menuju parkiran, mencari-cari letak motor (tidak menggunakan google search
engine*hebat*). Setelah menemukannya , menghampirinya, lebih dekat , semakin
dekat, dan muka menghadap ke spion dan berkata ...malam ini kamu sibuk nga? Aku
mau ajak kamu makan(emang pdkate). Memasukan kunci motor (diiringi lagu
Heavyrotation by AKB48) one two one two three four. Menyetat motor dan . . .
*TROT BRUMMMM BRUMMMM*, suara motor.
“tumben ga cerewet ni benda … hahai “. Mengenakan helm,
*TRORTTT TROERRTT *. Kembali mogok.
“ aaggghhhhhhhhh …. Memang lah kau ni motor, kalo ada duit bah sudah ku jual kau ni ganti baru”
Kembali berusaha menghidupkan motor.
*TROTT BRRUUUM MMMM BRRUUUUM MMM*. Hidup kembali setelah 11,3 menit kemudian.
“ kalo gini terus hancur reputasi ku sebagai moto racer berinisial D “.
Keluar dari parkiran dan menuju ke jalanan yang penuh tantangan yang kehidupan di pertaruhkan (kota jakarta).
“tumben ga cerewet ni benda … hahai “. Mengenakan helm,
*TRORTTT TROERRTT *. Kembali mogok.
“ aaggghhhhhhhhh …. Memang lah kau ni motor, kalo ada duit bah sudah ku jual kau ni ganti baru”
Kembali berusaha menghidupkan motor.
*TROTT BRRUUUM MMMM BRRUUUUM MMM*. Hidup kembali setelah 11,3 menit kemudian.
“ kalo gini terus hancur reputasi ku sebagai moto racer berinisial D “.
Keluar dari parkiran dan menuju ke jalanan yang penuh tantangan yang kehidupan di pertaruhkan (kota jakarta).
Tak berapa jauh kira kira 150 langkah kaki gajah, di tepi jalan tiba-tiba
dari kejauhan ada seorang cewek yang melambai tangannya (ya iyalah emang kaki),
dan menatapku seolah-olah dia berkata ‘wahai pujangga, kau pertemukan aku dan
dirimu dalam jalanan cinta’.
“ ih bukanya itu cewe yang tes sama sama gue
tadi, yang buat gue nga konsen ngerjain tu soal ??? ngapain dia ngelambai-lambai
gue??” . Dengan penuh pertanyaan dan tanda tanya akhirnya ku putuskan untuk
berhenti didepannya memenuhi permintaan lambaiannya.
“ Hai, ada apa ya ? “. Ku memulai dengan
pertanyaan( biasa basa basi).
“ ?? Hai juga, e…. jalan ke Sudirman ya ” . Tanpa
panjang lebar cewek itupun langsung duduk di belakang ku tentunya di atas
motor.
“ jangan laju-laju ya “. Dengan suaranya yang
lembut dan merdu , apalagi ni cewek sempat buat terpesona. Apa nak dikata. Menjalankan
perintah tanpa banyak tanya, komen, cakap apalah namanya langsung menyetat
motornya. Dan ……
“BRUUUMMM BRUMMMM”.
“BRUUUMMM BRUMMMM”.
‘??? Wis , tumben ga cerewet ni motor, pandai
juga dia kalo gue lagi gonceng cewek cakep’ ,
tangan menggemgam stir, langsung gas tu motor. Melaju dengan santai. Lalalalala……
tangan menggemgam stir, langsung gas tu motor. Melaju dengan santai. Lalalalala……
‘mimpi apa gue semalam , bidadari cantik udah
buat gue terpesona, nga ada angin nga ada hujan tiba-tiba minta antar gue ….
Aduhh… rasa berhenti ni jantung . Aduh ….. mau ngomong apa ni, … ga bisa ngomong
kayaknya , mulut pun terkunci gara-gara
dia, dia dia dia (efek gema) …..memang sakti banget ni kecantikan cewek’
Di perjalanan tak banyak yang di katakan , palingan nanya jalan rumahnya. Itu karna gugup dan senang setengah mati.
Di perjalanan tak banyak yang di katakan , palingan nanya jalan rumahnya. Itu karna gugup dan senang setengah mati.
“rumahnya ,yang mana ??”
“ itu, yang atap hijau . . .”
“oh … yang ada dindingnya eh… maksudnya yang
dindingnya biru itu ya” mulut langsung nguncup.
“iya , .. pas”.” disini aja berhentinya”. Motor
pun menepi dan berhenti perlahan-lahan tapi pasti.
Cewek itu pun turun , tak dapat sepatah kata pun keluar dari mulut ku, hanya tersenyum menatapnya. Cewe itu pun balas tersenyum( nga mau kalah), memandang pada ku dan berkata . . .
Cewek itu pun turun , tak dapat sepatah kata pun keluar dari mulut ku, hanya tersenyum menatapnya. Cewe itu pun balas tersenyum( nga mau kalah), memandang pada ku dan berkata . . .
“ brapa bang??”
“ ea??brapa??ooo hh… Maaf , saya bukan
ojek “ . wah sial , senang bercampur dengan kesal menjadi nano-nano dihati,
rasanya terhina dibilang gitu, tapi sialnya cewek yang gue kagumi yang bilang
gitu… mau nangis jadinya.
“ tu…..”. cewe itu pun menunjuk kearah helm ku.
Dengan segera melepas helmnya , penasaran dengan alasan itu.
‘buset dah …. Gue baru sadar , gue salah pake helm( dengan seloktip kuning mengelilingi helm dengan indahnya membentuk motif *lebay*,*alay*,*cincai*), helm bang Udin si tukang ojek gue pake!!!!!! .. .. . . pantesan aja cewe ni tiba-tiba ngelambai gue, rupanya dia kira gue ojek‘. Perasaan didalam hati semakin ruwet ughhhh. Sial, untung ga ada tulisan Taxi di belakang.
Tanpa pikir panjang…..
Dengan segera melepas helmnya , penasaran dengan alasan itu.
‘buset dah …. Gue baru sadar , gue salah pake helm( dengan seloktip kuning mengelilingi helm dengan indahnya membentuk motif *lebay*,*alay*,*cincai*), helm bang Udin si tukang ojek gue pake!!!!!! .. .. . . pantesan aja cewe ni tiba-tiba ngelambai gue, rupanya dia kira gue ojek‘. Perasaan didalam hati semakin ruwet ughhhh. Sial, untung ga ada tulisan Taxi di belakang.
Tanpa pikir panjang…..
“hmmm… ini?? Oh , saya memang suka ngelis helm
… ya , kebetulan seloktip yang ada warnanya kuning… jadi ya … begini, ta ku
sangka bisa dikira ojek ,… hahahahahaha ohokk ohokk (over)”. Dengan PDnya
berkata seperti itu. Padahal udah malu maluin.
“ oh .. jadi bukan ojek ya … hmmm bener ni nga
mau uangnya??? Nih…” .menyodorkan uang seribu rupiah.
‘ya ilah ni cewek, cakep cakep bego juga, ojek
kok seribu. Beli permen aja nga cukup. Bayar parkir aja nga ada kembaliannya’,
“ ah .. nga usah ga usah, anggap saja aku
mengantar mu pulang “.
“ ehmm mak kasih banyak kalo gitu, kamu baik
deh”. Dengan senyumnya membuat ku tak berkutik seperti patung pancuran
(kata-kata dan senyumannya mengandung mistery).
. . .
Beberapa detik senyap.
. . .
Beberapa detik senyap.
“ … e… aku masuk dulu ya , da…”.Sambil berlari
menuju pintu rumah( dengan efek slow motions dan angin yang berhembus membuat
rambut panjangnya berterbangan kemana mana).
Dan ku pun tersenyum memandang terus ke arahnya. Setelah cewek itu masuk, barulah dia menyetat motornya. And ……..
Dan ku pun tersenyum memandang terus ke arahnya. Setelah cewek itu masuk, barulah dia menyetat motornya. And ……..
*TROTTT TOTOOTTTTT TPAK TPAKK*. Suara motor.
“Elah ni motor ….. benar benar nyusahin aja
kerjanya “.” Untung lu lancer pas di depan cewe tadi, kalo nga-benar benar gue
gadai lu”.
Catatan : karena tidak ingin
membuat pembaca penasaran dengan suara motor terdebut maka penulis menyediakan
mp3 suara motor macet trot tot tot dalam cerita ini bisa di download kemana-mana.
Setelah beberapa lama kemudian barulah motornya kembali menyala. Dengan usaha yang tak sebanding akar kuadrad bilangan prima(mampus lu ngartikannya) , sebanding karena belum makan makanan untuk menghidupkan motor itu.
Setelah beberapa lama kemudian barulah motornya kembali menyala. Dengan usaha yang tak sebanding akar kuadrad bilangan prima(mampus lu ngartikannya) , sebanding karena belum makan makanan untuk menghidupkan motor itu.
“dah yoo jalan . . . . . “ . menarik gas dan
melaju ke jalanan.
Angin sepoi sepoi ditambah teriknya matahari di tengah jalan menemani ku.
‘ oh iya sapa nama tu cewe ya…. ??? aduh …..bego
banget si , nama adja ko lupa nanya nya, nyesal jadinya. … alalalalala , apa
gue musti balik ya nanyainnya? Ah ga mungkin gue b’rani… di depan nya aja gue
ga bisa ngomong apa-apa … uh mana lapar lagi blom sarapan pagi ni ….lapar
bercampur menyesal memang sulit untuk di katakan ... elah …. Aghhhhh bisa
menyesal seumur hidup ni gue .…gue harus balik ni, kapan lagi gue kayak
gini, ni demi cinta(*lebay*alay*capcai*) …. Oke gue bulat (maksudnya
keputusannya )‘ .Angin sepoi sepoi ditambah teriknya matahari di tengah jalan menemani ku.
Berbalik arah melaju di jalanan melewati banyak warung makan,( cacing di perutnya udah ga nahan sebenarnya) tanpa melupakan soal cewek yang baru ditemuinya( jatuh cinta dia kayaknya).
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar