Powered By Blogger

Rabu, 29 Agustus 2012

Chapter 5 PETUALANGAN MENGAMBIL KUNCI DARI NAGA


Dengan pasrah dan tampang gagah , aku langsung saja mengikuti barisan motor lainnya yang udah ada disana sebelum aku. Mau ngomong apa lagi??? Sudah ku siapkan seluruh jawaban kemungkinan yang akan terjadi di otak ku yang kadang kala jarang digunakan( jadi masih orisinil dari pabrik dengan RAM yang di gunakan 2% dan hardis yang masih berwarna biru ) saat face to face atau bukan empat mata , . . . ea . . . ea . . . EA . . . dengan pak polisi. Sambil membawa motor ke hadapan pak Polisi, ku perhatikan wajah-wajah yang senasib ( satu zodiak kali ) dengan ku , rata rata memandang ke tanah terdiam  mendengar ceramah 2x24 jam pak Polisi (kalo lewat dari itu lapor pak RT atau RW setempat), ada juga yang bersikeras tidak bersalah, memberontak, memberutal, membabibutakan, dengan gaya aktor terkenal seolah akan membawa senjata tajam berupa pisang, terung, tomat, timun dan jengkol (AISH!!!). Ada juga yang berkata :
                “ Pak saya kok kena razia? “
                “ lho, inikan razia umum kendaraan bermotor”
                “ lho? Lho?? Lho bapak bilang?? Lho, sayakan ganteng pak , apa pantas?? Bapak bisa saya tuntut lho”
Catatan : jangan tiru bagian ini saat anda sedang beruntungkena razi, tilang atau sejenis makanan ringan lainnya. Karena anda tidak tahu yang akan terjadi selanjutnya pada orang yang saya ceritakan diatas . (itu masih menjadi suatu mistery . . . mistery. . .  mistery *Echo*)
Ada juga yang ALAY :
“ PaCkh . . . aU CocK Kh3nazs RazdhjiaHsh?? “
                “ lho, inikan RazdhjiaHsh umum kendaraan bermotor, GitHu Lhoeh . . .”
                “ lho? Lhoh?? Lho3hzss b4Ppackh bilhlh4nGzz?? Lhoeekkhh, aU-kh4nzn GhantRRengz n Cuco0ok p4ck , ap4hhh p4ntRRaszz?? B4hPpackZ bizZsah aU tHuntHut lhoeh”
Abis dari itu mereka berdua dilarikan kerumahsakit, gara-gara muntah-muntah Oee Oeek.
. . .
Kemudian akhirnya sampailah di depan pak Polisi
                “ selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu??” . Sok akrab
                “ siang juga, boleh saya lihat SIM dan STNK nya??” . Langsung pada pokok permasalahan
                “ ya, tentu saja boleh pak. Untuk bapak apa sih yang nga. . . tunggu sebentar pak” . Mencari-cari letak SIM dan STNK tepatnya mencari dompet.
                ‘ Aish . . . ah . . . aishah . . . kemana ku letakan dompet ni, bisa buntung nasib ku ni’. Ku pandangi dia, sial mirip naga raksasa yang kalau ngomong itu meneluarkan nyala-nyala api . . .
                “ ayo?? Udah ketemu ?? mana??” *bruuuuuarrrr (sesekali nyala api keluar dari mulutny)             
                ‘Sial dompet ku ketinggalan ke Kos . . . wah bisa mati ni . . .’ . “eee Pak, dompet saya yang berisikan SIM dan STNK nya ketinggalan di kos “ . *posisi menghadap pak polisi , mata berkaca kaca , mulut gaya memelas , tangan membelai belai pak polisi (hexx<bukan h*m* lho).
                “waduh . . . kos kamu jauh nga ?? kalo nga suruh temen kamu antarkan, cepat . . . untuk sementara kunci motor kamu saya tahan “  kemudian mengepakan sayap merahnya, *kepak kepak kepak
                “iya pak, saya minta tolong teman antarkan. eeee razia ini lama nga pak ?? soalnya saya sebentar lagi mau ujian di kampus pak”. Sok akrab dan mencoba mendapatkan belas kasihan dari pak polisai , padahal ujianyakan udah selesai.
Catatan : ingat , anda bisa menggunakan senjata rahasia untuk bebas dari ancaman, sesakan, himpitan , tekanan ,intimidasi,  yaitu memelas meminta kasihan. *apa?? Belum bisa?? Saya akan ajarkan , pertama kepala tengadah ke atas , mata dibuka lebar , keluarkan sedikit air mata anda . . . biar ada efek mata berkaca kaca gitu. Kaki berlutut , tangan terlipat, sesekali boleh menengadah . oh ya yang paling penting , mulut terbuka lebar, dan berusahalah dengan mulut tetap terbuka dan vokal yang kurang jelas berkata . . .” pak, saya belum makan 3 hari 1 malam, pembantu di rumah saya ada 5 mereka juga belum makan, keluarga saya kelaparan mereka bosan makan kentaki pret ciken tiap hari . . . kasianilah kami pak , kami orang susah . . . susah kalo nga belanja jutaan rupiah di super mall“
Pak Polisi (terbang meninggalkan sang petualang )menuju ke sebuah tenda (kayaknya itu markas mini mereka), bentuknya sih mirip tenda untuk memajang motor gitu, terbuka , didalamnya ada meja kaursi , polisi dan tersangka yang di introgasi (untung saya bukan salah satu dari mereka yang beruntung). Dan segera daku pun menghubungi Jeck teman kamar kos lewat sms :
                To : Jeck
                “Bro, tlg amblkn DOMPET q d ats mja kmr. Q kna rzia. Antrkn d POLANTAS ea. Q tngu PNTG.”
                Sent
Baru saja 3 detik berlalu, karena tidak ada balasan maka sms lagi
To : Jeck
                “Bray, tlng cpt antrkny .plisi dh mau makn aq nh. cpt .”
                Sent
Sama halnya, 3 detik tak ada balasan dari Jeck . maka barulah diputuskan untuk menelpon Jeck.
“tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tulalit . . .”
Tidak diangkat. Ditelpon lagi
“tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tulalit . . .”
Iya, sama sekali tidak di angkat sodara-sodara. Sms lagi yang ke 3 kalinya :
To : Jeck
                “Jeck, dompt q d ats mja tlng bw k polntas skrng”
                Sent
Baru saja terkirim kemudian sms lagi
To : Jeck
                “Klo ga, nant aq jaln kaki jak ngmblny k kos”
                Sent
Memang benar , jarak kos dan polantas tidak terlalu jauh,jaraknya  kira-kira kalau jalan kaki setara dengan push up 49,99 kali tanpa istirahat capeknya (hitung sendiri aja jumlah kalorinya). Akhirnya keputusan terakhir adalah berjalan kaki menuju kos demi mengambil dompet( kenapa nga dibawa tadi pagi ya). Dengan jerih payah, keringat yang bercucuran, kegelisahan, terpaan cucian  matahari,  membakar semangat anak muda ini. *karena di perjalanan tidak ada hal yang menarik akhrinya langsung saja pada bagian nyampai di gerbang kos*
                “ sial , WOI . . . dompet ku dah kau bawa kah??”
                “ AOK, aku tadi lagi nyuci pakaian di bawah makanya nda dengar panggilan , ni baru baca sms kau”. Rupanya si Jeck sudah di depan gerbang dengan motornya siap menuju polantas untuk mengantarkan dompet ku. Memang dasarnya tidak sabaran tadi , makanya harus ku berjalan (kan sis sia).
                “ok, antarkan aku ya.” Sambil menaiki tempat duduk motor di belakangnya.
Dan akhirnya perjalanan untuk menyelamatkan motornya tercinta yang harus melewati gunung lembah terowongan gelap, dengan hanya menggunakan obor , dan harus mengalahkan naga raksasa yang memegang kunci yang telah lama menunggu .
. . .
Di Polantas
                “teng kyu bro , kau langsung balik kah??”
                “aok, aku langsung ke kos “
Menghadap pak polisi *pak polisi yang ini polisi yang berbeda dari sebelumnya*
                “ siang Pak, boleh saya mengmbil motor saya Pak??”
                “ iya . lho, kamu punya SIM dan STNK “
                “ ini pak “ sambil menunjukan SIM dan STNK
                “ ini baru diantar ya, kok motornya tadi di tahan??”
                “-“ tediam.
                “ tolong kunci motor KB 4164 SA ini pak di kembalikan”, memanggil polisi lain* kayaknya anak buah beliau. “ ini . . .” sambil menyerahkan kunci seolah berkata *kau telah mengalahkan ku dan berhasil mengoyakan sayap merah emas ku, aku mengaku kalh . . .suatu saat kita akan bertemu lagi . . . eakkkk
                “wah terima kasih pak, saya pamit dulu , punten”.  Akhirnya saya berhasil mendapatkan motor saya kembali yang sempat jadi tahanan. Petualangan melewati lembah dan gunung pun tak sis sia. Akhirnya pulang menuju kos dengan damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar