Dengan pasrah dan tampang gagah
, aku langsung saja mengikuti barisan motor lainnya yang udah ada disana
sebelum aku. Mau ngomong apa lagi??? Sudah ku siapkan seluruh jawaban
kemungkinan yang akan terjadi di otak ku yang kadang kala jarang digunakan(
jadi masih orisinil dari pabrik dengan RAM yang di gunakan 2% dan hardis yang
masih berwarna biru ) saat face to face atau bukan empat mata , . . . ea . . .
ea . . . EA . . . dengan pak polisi. Sambil membawa motor ke hadapan pak
Polisi, ku perhatikan wajah-wajah yang senasib ( satu zodiak kali ) dengan ku ,
rata rata memandang ke tanah terdiam
mendengar ceramah 2x24 jam pak Polisi (kalo lewat dari itu lapor pak RT
atau RW setempat), ada juga yang bersikeras tidak bersalah, memberontak,
memberutal, membabibutakan, dengan gaya aktor terkenal seolah akan membawa
senjata tajam berupa pisang, terung, tomat, timun dan jengkol (AISH!!!). Ada juga
yang berkata :
“
Pak saya kok kena razia? “
“
lho, inikan razia umum kendaraan bermotor”
“
lho? Lho?? Lho bapak bilang?? Lho, sayakan ganteng pak , apa pantas?? Bapak
bisa saya tuntut lho”
Catatan : jangan tiru bagian ini saat anda sedang beruntungkena razi,
tilang atau sejenis makanan ringan lainnya. Karena anda tidak tahu yang akan
terjadi selanjutnya pada orang yang saya ceritakan diatas . (itu masih menjadi suatu mistery . . .
mistery. . . mistery *Echo*)
Ada juga yang ALAY :
“ PaCkh . . .
aU CocK Kh3nazs RazdhjiaHsh?? “
“
lho, inikan RazdhjiaHsh umum kendaraan bermotor, GitHu Lhoeh . . .”
“
lho? Lhoh?? Lho3hzss b4Ppackh bilhlh4nGzz?? Lhoeekkhh, aU-kh4nzn GhantRRengz n
Cuco0ok p4ck , ap4hhh p4ntRRaszz?? B4hPpackZ bizZsah aU tHuntHut lhoeh”
Abis dari itu mereka berdua
dilarikan kerumahsakit, gara-gara muntah-muntah Oee Oeek.
. . .
Kemudian akhirnya sampailah di
depan pak Polisi
“
selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu??” . Sok akrab
“
siang juga, boleh saya lihat SIM dan STNK nya??” . Langsung pada pokok
permasalahan
“
ya, tentu saja boleh pak. Untuk bapak apa sih yang nga. . . tunggu sebentar pak”
. Mencari-cari letak SIM dan STNK tepatnya mencari dompet.
‘
Aish . . . ah . . . aishah . . . kemana ku letakan dompet ni, bisa buntung
nasib ku ni’. Ku pandangi dia, sial mirip naga raksasa yang kalau ngomong itu
meneluarkan nyala-nyala api . . .
“ ayo?? Udah ketemu ?? mana??”
*bruuuuuarrrr (sesekali nyala api keluar dari mulutny)
‘Sial
dompet ku ketinggalan ke Kos . . . wah bisa mati ni . . .’ . “eee Pak, dompet
saya yang berisikan SIM dan STNK nya ketinggalan di kos “ . *posisi menghadap
pak polisi , mata berkaca kaca , mulut gaya memelas , tangan membelai belai pak
polisi (hexx<bukan h*m* lho).
“waduh
. . . kos kamu jauh nga ?? kalo nga suruh temen kamu antarkan, cepat . . .
untuk sementara kunci motor kamu saya tahan “ kemudian mengepakan sayap merahnya, *kepak
kepak kepak
“iya
pak, saya minta tolong teman antarkan. eeee razia ini lama nga pak ?? soalnya
saya sebentar lagi mau ujian di kampus pak”. Sok akrab dan mencoba mendapatkan
belas kasihan dari pak polisai , padahal ujianyakan udah selesai.
Catatan : ingat , anda bisa menggunakan senjata rahasia untuk bebas
dari ancaman, sesakan, himpitan , tekanan ,intimidasi, yaitu memelas meminta kasihan. *apa?? Belum
bisa?? Saya akan ajarkan , pertama kepala tengadah ke atas , mata dibuka lebar
, keluarkan sedikit air mata anda . . . biar ada efek mata berkaca kaca gitu.
Kaki berlutut , tangan terlipat, sesekali boleh menengadah . oh ya yang paling
penting , mulut terbuka lebar, dan berusahalah dengan mulut tetap terbuka dan
vokal yang kurang jelas berkata . . .” pak, saya belum makan 3 hari 1 malam,
pembantu di rumah saya ada 5 mereka juga belum makan, keluarga saya kelaparan
mereka bosan makan kentaki pret ciken tiap hari . . . kasianilah kami pak ,
kami orang susah . . . susah kalo nga belanja jutaan rupiah di super mall“
Pak Polisi (terbang meninggalkan
sang petualang )menuju ke sebuah tenda (kayaknya itu markas mini mereka),
bentuknya sih mirip tenda untuk memajang motor gitu, terbuka , didalamnya ada
meja kaursi , polisi dan tersangka yang di introgasi (untung saya bukan salah satu
dari mereka yang beruntung). Dan segera daku pun menghubungi Jeck teman kamar
kos lewat sms :
To
: Jeck
“Bro,
tlg amblkn DOMPET q d ats mja kmr. Q kna rzia. Antrkn d POLANTAS ea. Q tngu
PNTG.”
Sent
Baru saja 3 detik berlalu,
karena tidak ada balasan maka sms lagi
To : Jeck
“Bray,
tlng cpt antrkny .plisi dh mau makn aq nh. cpt .”
Sent
Sama halnya, 3 detik tak ada
balasan dari Jeck . maka barulah diputuskan untuk menelpon Jeck.
“tut tut tut . . . tut tut tut .
. . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut
tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut
. . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tulalit . . .”
Tidak diangkat. Ditelpon lagi
“tut tut tut . . . tut tut tut .
. . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut
tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tut tut tut
. . . tut tut tut . . . tut tut tut . . . tulalit . . .”
Iya, sama sekali tidak di angkat
sodara-sodara. Sms lagi yang ke 3 kalinya :
To : Jeck
“Jeck,
dompt q d ats mja tlng bw k polntas skrng”
Sent
Baru saja terkirim kemudian sms
lagi
To : Jeck
“Klo
ga, nant aq jaln kaki jak ngmblny k kos”
Sent
Memang benar , jarak kos dan
polantas tidak terlalu jauh,jaraknya
kira-kira kalau jalan kaki setara dengan push up 49,99 kali tanpa
istirahat capeknya (hitung sendiri aja jumlah kalorinya). Akhirnya keputusan
terakhir adalah berjalan kaki menuju kos demi mengambil dompet( kenapa nga
dibawa tadi pagi ya). Dengan jerih payah, keringat yang bercucuran,
kegelisahan, terpaan cucian
matahari, membakar semangat anak
muda ini. *karena di perjalanan tidak ada hal yang menarik akhrinya langsung saja
pada bagian nyampai di gerbang kos*
“
sial , WOI . . . dompet ku dah kau bawa kah??”
“
AOK, aku tadi lagi nyuci pakaian di bawah makanya nda dengar panggilan , ni
baru baca sms kau”. Rupanya si Jeck sudah di depan gerbang dengan motornya siap
menuju polantas untuk mengantarkan dompet ku. Memang dasarnya tidak sabaran
tadi , makanya harus ku berjalan (kan sis sia).
“ok,
antarkan aku ya.” Sambil menaiki tempat duduk motor di belakangnya.
Dan akhirnya perjalanan untuk
menyelamatkan motornya tercinta yang harus melewati gunung lembah terowongan
gelap, dengan hanya menggunakan obor , dan harus mengalahkan naga raksasa yang
memegang kunci yang telah lama menunggu .
. . .
Di Polantas
“teng
kyu bro , kau langsung balik kah??”
“aok,
aku langsung ke kos “
Menghadap pak polisi *pak polisi
yang ini polisi yang berbeda dari sebelumnya*
“
siang Pak, boleh saya mengmbil motor saya Pak??”
“
iya . lho, kamu punya SIM dan STNK “
“
ini pak “ sambil menunjukan SIM dan STNK
“
ini baru diantar ya, kok motornya tadi di tahan??”
“-“
tediam.
“
tolong kunci motor KB 4164 SA ini pak di kembalikan”, memanggil polisi lain*
kayaknya anak buah beliau. “ ini . . .” sambil menyerahkan kunci seolah berkata
*kau telah mengalahkan ku dan berhasil mengoyakan sayap merah emas ku, aku
mengaku kalh . . .suatu saat kita akan bertemu lagi . . . eakkkk
“wah
terima kasih pak, saya pamit dulu , punten”.
Akhirnya saya berhasil mendapatkan motor saya kembali yang sempat jadi
tahanan. Petualangan melewati lembah dan gunung pun tak sis sia. Akhirnya
pulang menuju kos dengan damai.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar